KARYA FIKSI
Karya- karya fiksinya antara lain Novel Sejarah Nika Baronta meraih Penghargaan pada International UBUD Writers And Readers Festival 2011, Temba Kolo, Bunga Rampai Legenda Dana Mbojo, Novel Wadu Ntanda Rahi, Cerita Rakyat Bima Jati Kasipahu, Kembalinya Sang Putera Mahkota, 8 buku Cergam (Cerita Bergambar untuk anak-anak), antologi puisi Kabar Dari Teluk dan Antologi Cerpen Zikir Geladak.Prahara Abad Tujuh Belas, Tragedi Doro Leme.
KARYA NON FIKSI
Karya-karya Non Fiksinya antara lain Mendayung Di Antara Karang (Refleksi Setahun Kepemimpinan Ferry Usman, Pesona Wisata Kota Bima tahun 2010, Potensi Di Wilayah KAPET BIMA, Buletin Wisata Akbar Pemkab. Bima, Museum Asi Mbojo Penghubung Mata Rantai
Sejarah dan 20 buku MULOK dan Seni Budaya bersama M. Hilir Ismail pada tahun 2009 hingga 2011. Pada Tahun 2022 menulis Buku Petuah Tanah Bima, Bima Heritage (Jejak Islam Di Tanah Bima), Bima Di Simpang Jalan bersama penerbit El-Sufi dan antologi Artikel bersama 25 penulis 5 negara dengan judul Hutang Perang Asi Pasifik (Heiho, Romusya dan Ianfu). Pada tahun 2023 menerbitkan Buku Negeri Para Guru (Kisah Hidup 20 Ulama Bima), Buku Mulok Bahasa Daerah Tingkat SD/MI,SMP/MTS dan SMA/SMK/MA.
KIPRAH
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara, Alan Malingi pernah menjadi Tim penyusun naskah Pidato Bupati Bima tahun 2006 – 2010 dan kemudian pada tahun 2017. Dan saat ini menjadi Kepala UPT Museum Asi Mbojo. Alan Malingi juga aktif sebagai koordinator Kampung Media Sarangge dan Forum Kampung Media Kota Bima, Ketua Komunitas Budaya Makembo ( Majelis Kebudayaan Mbojo), Ketua LPM dan Pembina Sanggar Seni Budaya Sandaka Angi kelurahan Sadia Kota Bima dan koordinator BKM Program PNPM Mandiri Perkotaan Kelurahan Sadia tahun 2016 hingga 2018. Tahun 2019 Alan Malingi terpilih menjadi Fasilitator Literasi Regional Bali, NTB dan NTT.
PENGHARGAAN
Alan Malingi meraih penghargaan pada Internasional Ubud Writers And Readers Festival 2011, Anugerah Penulis Inspiratif Kampung Media NTB secara berturut turut mulai tahun 2011 hingga 2017. Meraih anugerah sebagai tokoh bahasa dan sastra NTB pada tahun 2015
dan menjadi peneliti pendamping bahasa dan sastra Bima bersama kantor Bahasa NTB hingga saat ini. Pada tahun 2016 Alan Malingi meraih penghargaan dari Gubernur NTB sebagai tokoh penggerak Pariwisata NTB. Tahun 2020 Alan Malingi meraih penghargaan sebagai penulis resensi terbaik atas kumpulan Puisi Essai Kidung Tambora dari Deny Z A foundation.
Alan Malingi juga aktif menjadi pembicara dan narasumber dalam berbagai forum ilmiah baik di Bima maupun di luar Bima antara lain menjadi narasumber seminar jejak islam di NTB, Seminar keberagaman Bima oleh Wahid Foundation dan kegiatan kegiatan lainnya serta kegiatan literasi, salah satunya adalah Safari Literasi dan Peluncuran empat buku serial Cerita Tanah Leluhur. Tahun 2023 menulis buku mulok Mata Pelajaran Bahasa Daerah tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, buku Negeri Para Guru (Kisah Hidup 20 Ulama Bima), Rawi Rasa (Ragam Tradisi Masyarakat Bima), dan Mpama ( Mendongeng Dalam Bahasa Bima-Dompu).
Di usia emasnya 50 tahun penulis menyelesaikan 50 judul bukunya dan wafat setelah menulis 50 judul buku dan tepat 50 tahun usianya.
Karya-karyanya akan terus mengalir menjadi amal jariyah dan bermanfaat untuk generasi. Aamiin



